Perlukah Hati Kita Istirahat?
Yang paling penting yang ada di dalam jasad kita adalah hati dan yang paling penting yang ada dalam hati adalah iman yang merupakan sebagai pelita hati. Sifat iman sama dengan sifat hati yaitu bolak-balik atau yazid wa yankus. Oleh karena itu yang paling berkepentingan dalam menjaga dan memelihara hati adalah manusia itu sendiri. Sebab, kalau dibiarkan begitu saja maka hati itu akan menjadi hati yang berpenyakit atau mungkin juga menjadi mati. Kalau sudah begitu, maka nafsu yang akan menguasainya. Dan efeknya akan berimbas kepada anggota tubuh yang lain.
Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya di dalam tubuh anak Adam terdapat segumpal daging. Jika ia baik, maka baiklah tubuh itu seluruhnya, dan anggota-anggota tubuh yang lain akan membuatnya baik. Apabila segumpal daging itu rusak, maka rusak pula tubuh itu seluruhnya. Ketahuilah bahwa segumpal darah itu adalah hati.”
Hati adalah tempat untuk melihat Rabb. Ketika dihati sudah tertancap sebuah keyakinan, maka akan muncul sebuah kebahagiaan yang akan mengalirkan kedamaian dan keteduhan ke dalam ruh dan jiwa. Dari situ kebahagiaan akan meluap kepada yang lain.
Ulama terkenal Ibnul Qayyim Al-Jauziyah berkata, "Hati yang mencapai kedamaian dan ketenteraman, mengantar pemiliknya dari ragu menjadi yakin, dari kebodohan kepada ilmu, dari lalai kepada taat, dari riya kepada ikhlas, dari lemah kepada teguh, dan dari sombong kepada tahu diri"
Dan ini merupakan hasil dari pengistirahatan hati dari hawa nafsu duniawi yang selalu menggerogoti hati manusia. Sebab, hawa nafsu dan syahwat badani termasuk penyakit hati yang sering menghinggapi manusia. Apabila hawa nafsu itu telah masuk dan menusuk hati, maka rusaklah hati, dan apabila dibiarkan saja, ia akan membusuk dan sukar untuk disembuhkan. Dosa akibat hawa nafsu itu akibat setetes kotoran yang jatuh diatas lembaran hati manusia. Sekali manusia berbuat dosa, satu titik kotoran melekat diatas hati. Apabila tidak dicegah, tetesan dosa itu lama kelamaan akan menutup seluruh permukaan hati, maka gelaplah hati. Ia tertutup dari sinar iman karena sudah dipenuhi oleh kegelapan dan hawa nafsu.
Jadi, mengistirahatkan hati menjadi sesuatu yang harus dilakukan sebagaimana sabda Rasulullah SAW berikut ini,
Rasulullah SAW bersabda, “Istirahatkanlah hati kalian walaupun sejenak. Jika hati kalian tidak di istirahatkan (diporsir), maka hati kalian akan berubah menjadi buta.” (HR. Bukhari-Muslim)
Istirahatnya hati bagi seorang muslim yaitu dengan zikrullah kepada Allah SWT.
“Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram”. (QS. Ar-Ra’d (13): 28)
Wallahu A’lam